#Mahfudzot 4: Orang Tidak Jujur Sedikit Temannya

Barangsiapa sedikit kejujurannya, sedikit temannya

Mahfudzot Kata Mutiara Arab

Jujur adalah suatu sikap seseorang yang menyatakan sesuatu hal dengan sebenarnya, dengan tidak menambah-nambahi atau mengurang-ngurangi. Menunjukan sesuatu apa adanya tanpa membumbu-bumbui dengan dilebihkan atau dikurangi.

Sifat jujur itu sangat penting bagi setiap orang karena sifat jujur ini harus dimiliki oleh setiap manusia.

Sifat jujur merupakan prinsip dasar dari cerminan akhlak seseorang dan juga bukti nyata kepribadian seseorang.

Di dalam menjalankan hubungan silaturahmi dan persahabatan, kejujuran amat penting selain sifat harga menghargai. Karena sahabat yang paling bermanfaat adalah sahabat yang selalu jujur, suka berterus terang dan tidak menyembunyikan sesuatu dari kita.

Manfaat Kejujuran

Kejujuran kita sangat penting, sebab dengan kejujuran itulah kita akan dihargai. Dihargai oleh keluarga, dihargai oleh teman, tetangga bahkan oleh Masyarakat.

Setiap orang dalam agama Islam memang dituntut untuk memuliakan saudaranya, lebih dari dirinya sendiri. Kita harus mementingkan sahabat kita seperti kita lakukan yang terbaik terhadap diri kita sendiri.

Sifat jujur sangat memberi manfaat bagi kita, manfaat itu antara lain adalah sebagai berikut:

  • Dicintai Allah swt
  • Orang jujur akan dipercaya oleh teman-temannya
  • Orang jujur mudah dalam mendapatkan pekerjaan karena ia mempunyai teman yang banyak sebagai relasi.

Efek Tidak Jujur

Sekali kita tak jujur, mungkin orang masih percaya dan dekat dengan kita. Tapi ketika kita selalu dan selalu tidak jujur atau berbohong, maka lambat laun teman kita, saudara kita akan meninggalkan kita.

Hal ini tentunya akan membuat kita tak bermanfaat sama sekali.

Ada sebuah cerita tentang penggembala domba. Suatu hari dia iseng ketika sedang menggembala domba berteriak “ada serigala… ada serigala….” dengan teriakan yang kencang dengan maksud agar masyarakat yang mendengar segera menolongnya.

Dan benar saja, masyarakat yang mendengar dari kejauhan pada berdatangan dengan tergopoh-gopoh bermaksud menolong sang pengembala. Tapi apa yang terjadi, serigala itu tak ada. Si pengembala hanya iseng dengan membohongi masyarakat.

Kejadian ini terulang lagi pada hari berikutnya, dan masyarakat pun datang dengan membawa tombak, pentungan dan parang untuk mengusir serigala agar tak memakan domba. Dan ternyata, lagi-lagi si pengembala hanya iseng.

Beberapa hari berikutnya, datanglah serigala sebenarnya dengan kawanannya hendak memburu domba milik sang pengembala. Si pengembala domba dengan ketakutan berteriak meminta tolong “ada serigala… ada serigala… tolong… tolong…” Sayangnya masyarakat sudah terlanjur sakit hati karena 2x dibohongi, maka tak satupun warga yang menolongnya. Akhirnya domba milik si pengembala tersebut habis dimakan serigala.

Dari cerita singkat ini, tentu kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kejujuran itu sangat penting. Apalagi dalam bermasyarakat. Sekali masyarakat mencoreng nama kita karena kebiasaan kita yang tak jujur (berbohong) maka susah anggapan buruk tersebut dihilangkan.


Oleh karenanya, mari kita jaga lisan dan hati kita untuk selalu jujur dan menghindari bohong. Sebab, orang yang suka berbohong akan sedikit temannya, akan sedikit saudaranya.

Baca juga: Mahfudzot; Tidak ada kenikmatan tanpa jerih payah

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.