#Mahfudzot 3: Tiada Kenikmatan Tanpa Jerih Payah

Tiada kenikmatan kecuali setelah jerih payah


Jerih payah merupakan harga yang harus dibayar dari setiap kehendak yang ingin kita capai. Hanya orang-orang yang bersedia berjerih payah yang dianugerahi piala kesuksesan.

Bekerja adalah bergerak. Sedangkan bergerak adalah kunci dari setiap kehidupan. Matahari terus bergerak di garis edar nya. Rembulan dengan indah datang dan pergi dalam per putaran yang tiada henti. Seluruh anggota alam raya bergerak dan bekerja tanpa letih: mencari, mengangkut, dan mengumpulkan pundi-pundi rezeki.

Bicara tentang kerja keras adalah bicara bagaimana kita menghargai potensi-potensi terpendam dalam diri. Kita menggali dan menggunakannya. Bukan membiarkannya terkubur. Hanya dengan kerja keras dan jerih payah potensi diri menggeliat keluar dan menampakkan kegagahannya.

Sayangnya acap kali kita tidak mengenali potensi terpendam itu karena kita hanya berdiam diri saja. Seorang muslim yang senantiasa berikhtiar dan mau berjerih payah ia akan menuai dampak positif.

Baca juga: Bersiap sebelum perjalanan jauh

Berikut ini hal positif yang akan didapat jika selalu berikhtiar dengan baik, yaitu:

  1. Akan merasakan kepuasan batin, karena telah berikhtiar dengan sekuat tenaga dan kemampuan yang dimiliki.
  2. Terhormat di hadapan Allah swt dan juga manusia.
  3. Akan selalu berusaha ber hemat karena dia merasakan susah dan pahit nya bekerja.
  4. Tidak akan mudah berputus asa.
  5. Menghargai jerih payah diri sendiri dan jerih payah orang lain.
  6. Tidak menggantungkan orang lain dalam kehidupannya.
  7. Akan menyelamatkan akidah nya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اِنَّ أَطْيَبَ كَسْبِ الرَّجُلِ مِنْ يَدِهِ

Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya.

Sukses setelah jerih payah

Kita menghargai segala potensi diri dengan bekerja keras. Maka setelah kerja keras, kita pun mesti menghargai jerih payah yang kita lakukan itu. Tidak sedikit orang yang yang menghamburkan hasil dari kerja kerasnya dengan begitu mudah. Gaya hidupnya berubah. Caranya menjalani hidup justru dapat meruntuhkan kesuksesan yang dibangunnya bertahun-tahun. Maka kita sudah semestinya menghargai jerih payah dan kerja keras kita dengan cara:

  1. Selalu berinfak dan shodaqoh.
  2. Selalu berhemat tidak mengambur-hambur-kan.
  3. Memanfaatkan jerih payah untuk kepentingan yang baik.
  4. Hanya membeli kebutuhan sesuai dengan kebutuhannya.
  5. Harus membiasakan mana yang termasuk kebutuhan dan mana yang keinginan.

Akhirnya, semoga kita termasuk orang yang selalu mau bekerja keras dengan landasan Lillah. Selalu bershodaqoh dan berinfak setelah kita mendapatkan hasil dari jerih payah tersebut.

Baca juga: Arti man jadda wajada

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.