Review YouTube Premium, Setelah 1 Bulan Memakainya

November kemarin, saya mendapatkan Email dari Google bahwa saya terpilih menjadi orang yang bisa mencoba Youtube video dan YouTube Music premium selama 3 bulan gratis. Setelah 3 bulan masa trial baru membayar bulanan.

Wes gak piker panjang, saya langsung oke saja. Toh nanti klo gak sreg kan bisa cancel membership kapan saja.

Nah saat ini, terhitung sudah 1 bulan lebih saya mencoba Youtube versi premium ini. Berikut review YouTube Premium, kelebihan dan kekurangannya versi saya pribadi.

Kelebihan YouTube Video dan YouTube Music Premium

Beberapa kelebihan YouTube premium dari list promo trial 3 bulan yang dikirim ke email saya adalah:

  1. Bebas iklan
  2. Bisa menyimpan video/ Music secara offline
  3. YouTube Video dan YouTube Music menjadi 1 bagian
  4. Bisa tetap menikmati video meskipun membuka aplikasi lain.

Dari semua benefit YouTube premium di atas, hal yang sebenarnya paling saya suka dari YouTube premium ini ya gak ada iklannya. Jadi kita bisa play playlist video atau music kita gak terganggu dengan iklan-iklan.

Tahu sendiri kan, kadang ada video yang iklan di awal sebelum video sampai 3 buah. Belum lagi durasi iklannya panjang dan gak bisa di skip, menjengkelkan.

Di versi premium, kita gak terganggu blass sama iklan-iklan.

Selain itu, jika di versi gratis kita terkadang tak bisa menyimpan video secara offline (non aktif tombol downloadnya). Di versi premium, kita bisa menyimpan semua video yang kita mau secara offline. Selain itu juga ada banyak video original yang bisa dinikmati.

Saya sendiri jarang menyimpan video secara offline kalo bukan video yang penting banget.

Ohya, YouTube Music itu katanya sih bagian dari bonus. Karena saya mau menjadi anggota YouTube Premium, bonusnya Youtube Music. Bedanya apa ya?

Perbedaan sebenarnya menurut saya pada tampilan dan fitur. YouTuber Music itu mirip dengan Joox, Spotify dan Langit Musik. Dibandingkan joox dan aplikasi music lainnya, menurut saya ya bagusan YouTube Music premium, karena sumber musiknya dari video di YouTube video.

Kelebihan lain yang saya suka adalah bisa membuka dan mendengarkan video meskipun kita minimize aplikasinya. Akan ada layar/ tampilan video kecil ketika kita minimize. Berbeda dengan youtube biasa, YouTube non Premium ketika kita tutup layar/ minimize aplikasi, otomatis akan mati suaranya.

Jadi kita bisa baca chat di WA sambil mendengarkan music video dari YouTube.

Bahkan jika kita matikan layar, audio dari video yang kita putar tetap bisa di dengar. YouTube video rasa Music Player, hehe.

Untuk biaya, karena saya dapat promo gratis 3 bulan dari YouTube, jadi masih ada 2 bulan lagi saya bisa menikmati gratis YouTube premium ini.

Setelah masa gratis habis, semoga ada info baik lagi bahwa saya terpilih untuk menikmati YouTube premium setahun, aamiin (berharap puol).

Di pemberitahuan pembelian setelah saya mengaktifkan YouTube premium, di situ tertulis jika setelah masa trial ini berakhir, saya akan dikenakan biaya Rp 59 ribu/ bulan. Lebih murah menurut saya dibandingkan langganan Joox, Spotify yang cuma dapat versi music.

Kekurangan YouTube Premium

Salah satu kekurangan YouTube premium menurut saya ya Menguras Kuota hahaha…

Selain itu, sampai saat ini jujur saya masih merasa belum ada kekurangan dari YouTube premium ini. Semuanya sip mantap.


Oke. Itu tadi sedikit review dan pendapat saya tentang YouTube premium setelah mencobanya selama 1 bulanan. Semoga bermanfaat dan menjadi pertimbangan bagi anda yang mau subscribe YouTube premium.

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.